‘Aku mendapat sebutan perempuan simpanan dari mulut masyarakat. Tetapi itu tidak menyinggung perasaanku. Aku dan Yoshida saling membutuhkan. Dia memberi semua yang kuminta. Tetapi aku tidak pernah mengganggu ketentraman orang lain, tidak merugikan siapapun. Bahkan aku menolong banyak kawan dan kenalan dengan hartaku (Namaku Hiroko: halaman 242).’
