Bebalain 12/07/2013. Namaku Nadia, aku adalah seorang pengajar muda dari
Gerakan Indonesia Mengajar. Aku menerima tugas mengajar di Kepulauan Rote Ndao.
Hampir sebulan aku disini. Di Rote Ndao aku bertemu dengan seniorku yang hampir
selesaibertugas disini.Aku adalah penggantinya. Sebenarnya dia lelaki yang
baik. Tapi terkadang kami sering berbeda pandangan tentang suatu hal. Namanya
Rady. Dia mencarikan aku hostfam yang akan menjadi tempat tinggalku selama satu
tahun di desa Bebalain ini.
Aku ditempatkan disebuah rumah yang letaknya di depan SD tempatku
mengajar, SD Inpres Bandu. Rumahku dibelakang gereja Kalvari desa Bebalain
Lobalain Rote Ndao. Rumahku sangat unik, sebab menurut cerita penduduk setempat
dan pengakuan keluargaku, keluarga baruku adalah keluarga raja di desa ini. Rumah
baruku dikelilingi pohon lontar dan pohon kelapa. Disamping rumah kami terdapat
tempat pengolahan gabah menjadi beras. Disebelahnya lagi ada kuburan para raja
Bebalain.
Bapakku bernama Paul, kepanjangan Paulus. Sedangkan mamaku bernama
Maiyah, sebenarnya namanya Damaris. Aku memiliki seorang adik bernama Etni. Dia
terkadang pendiam tapi sangat penurut. Ada juga seorang kakak bernama Alfa,
tapi dia sudah menikah dan tinggal disebelah rumah kami. Walau mungkin jarak
rumah kami dengan rumah kak Alfa sedikit jauh. Dia memiliki satu anak yang
bernama Jelita. Jelita selalu bermain ke rumahku, aku tidak merasakan kesepian.
Satu lagi, aku punya seorang adik yang sudah SMA bernama Lori, dia sekolah di
Rote Barat. Lori tinggal di asrama. Ohyah, walau mereka keluarga raja, mereka
tetap melakukan aktifitas sebagai seorang petani. Berangkat pagi dan pulang
sore bahkan malam. Aku menyepakati perjanjian dengan mamaku, beliau yang masak
pagi, dan aku yang memasak makan malam. Benar-benar keluarga yang nyaman
menurutku.
2 comments:
Wah luar biasa yah. Banyak pengalaman berarti cik gu yang satu ini. Mengajar memang profesi yang harus diniatkan sejak awal dari hati. kalau tidak pasti akan banyak mengeluhnya...
Semangat terus buat Cikgu...
Mas Eko, benar sekali. Mengajar memang harus dengan hati ^_^
Post a Comment