Beberapa dari foto ini, saya ambil menjelang sore, Halmahera Timur 2/11/2015
Wednesday, 11 February 2015
Sunday, 1 February 2015
(Again) Solo Travel to Ternate
Foto-toto di bawah, adalah beberapa tempat wisata yang sempat saya kunjungi saat di Ternate, Maluku Utara. Banyak tempat wisata yang unik dan menarik. Selamat berpetualang.
BATU ANGUS TERNATE
PESTA DUREN JAILOLO
MASJID AKBAR TERNATE
PANTAI FALAJAWA TERNATE
PELABUHAN TERNATE
GUNUNG MAITARA TERNATE
KESULTANAN TERNATE
Thursday, 29 January 2015
(G) Jalan-Jalan: Solo Travel to Makassar
Halmahera Timur 1/30/15. Sekitar dua minggu yang lalu saya melakukan perjalanan yang cukup panjang dari Surabaya menuju Halmahera Timur. Nah, kebetulan, penerbangan yang saya pilih ternyata akan transit selama 12 jam di Makassar. Saya cukup senang karena saya pikir saya akan mengunjung kota yang belum pernah saya datangi ini :D . Namun sayang beribu sayang, ternyata walau saya sudah disana, tetapi tetap saja saya tidak bisa kemana-mana (T.T). Alhasil, saya hanya bisa berfoto ria di depan bandara Sultan Hasanuddin.
Nah, untuk teman-teman Backpacker yang akan/sedang dalam situasi seperti ini, saya punya beberapa saran untuk kalian:
1. Saat transit pada tengah malam di Makassar, baik yang solo travel atau rame-rame, usahakan tidur di dalam bandara. Sebab tidak aman keluar dari bandara, banyak gang motor yang berkeliaran (serem juga kan kalau terjadi apa-apa dengan kita).
2. Hubungi orang/teman/kenalan yang memungkinkan untuk bisa kita hubungi dan tentunya mau mengatar kita untuk jalan-jalan.
3. Cari tujuan yang paling dekat dengan bandara. Misalnya di Danau Unhas, yang pemandangannya lumayan yahud, dll. Daripada kita ketinggalan pesawat :D
4. Selalu membawa makanan kecil saat transit lebih dari satu hari. Kalian gak mau kan perut keroncongan? Walau ada beberapa shop yang buka, tetap saja menurut saya (Backpacker), harga makanan di dalam bandara kelewat tidak wajar. Atau carilah tempat seperti CK untuk membeli Mie instan atau Teh hangat dengan harga yang sesuai dengan kantong kita. Hahaha...
5. Jangan meninggalkan apapun di tepat waiting room, walaupun dititipkan ke orang yang ada di sebelah kita. Pengalaman yang saya alami, saat saya titip makanan (karena mau ke toilet, jadi tidak mungkin saya bawa masuk) eh ternyata orangnya malah pergi membawa makanan kita T.T
6. Selalu membawa kamera kemanapun.Tidak mungkin kan saat kita jalan-jalan malah tidak bisa mengabadikan momen itu?
8. Kalau tidak sempat jalan-jalan kemanapun, setidaknya usahakan berfoto di depan bandara. Hehehe...
Itulah, saran yang baru saja saya bisa sampaikan. Kalau mau diterima silahkan, kalau tidak yah tidak apa-apa :)
Saturday, 3 May 2014
Catatan Untuk Esok
(kamis 20 Jun. 13¸menjelang
dini hari),
Ada banyak cerita
yang telah aku dapat seminggu di Rote ini.
Banyak
harapan-harapan yang akan aku tanamkan disini.
Akan banyak
kejadian-kejadian yang akan semakin mendewasakanku.
Akan banyak hal-hal
yang mungkin akan sangat berat dan akan mempersulit jalanku disini.
Tapi aku percaya,
setiap benih yang aku tanam, akan menghasilkan buah-buah yang baik.
Entah kapan itu
akan terjadi.
Aku yakin
benih-benih ketulusan ini akan membuat siapa saja bisa menjadi sosok yang lebih
baik.
Aku yakin,
anak-anak didikku kelak akan menjadi generasi yang bisa menerangi gelapnya
pendidikan di sebagian besar nusntara ini.
Aku yakin setiap
orang bisa menjadi pahlawan untuk diri mereka sendiri, begitu juga dengan anak-anak
didikku nanti.
Doaku, di pematang
pagi ini,
Aku bisa menjadi
sosok yang berguna untuk desa penempatanku. Semoga tidak ada waktuku yang
sia-sia disini, desa Bebalain, desa perjuanganku. Semoga
Allah senantiasa melindungi tugasku ini. Aamiin J
Saturday, 5 October 2013
Menanti Pagi di Pantai Oeseli Rote Barat Daya NTT
Namaku Nadia. Aku adalah seorang pengajar muda dari Indonesia Mengajar. Selama setahun, aku menempati kepulauan Rote Ndao NTT untuk megajar di SD Inpres Bandu. Awal aku di Rote Ndao, aku harus mengunjungi beberapa daerah di Derah Rote Ndao. Paling tidak, aku harus tahu dimana teman-temanku akan tinggal selama setahun. Kami bersembilan dan ditempatkan di daerah yang berbeda-beda di Rote Ndao.
Destinasi kali ini adalah di Rote Barat Daya. Tempat Rizky ditempatkan. Rizky adalah salah satu pengajar muda Indonesia Mengajar di Rote Barat Daya. Kami berencana menginap ditempat Rizky. Butuh waktu dua jam lebih untuk sampai di Rote Barat Daya dari Ba’a, ibu kota Rote Ndao. Kami kesana dengan mengendarai motor.
Tuesday, 1 October 2013
DERMAGA PANTAI BARU, ROTE NDAO NTT
Bebalain 12/07/2013. Dua minggu yang lalu, aku dan teman-teman
seperjuangan pengajar muda dari Indonesia Mengajar penempatan di pulau Rote
Ndao mengunjungi dermaga kapal di Pantai Baru. Kami bersembilan orang berkumpul
di Ba’a. Perjalanan yang membutuhkan waktu yang sangat lama dari Ba’a, pusat
kota Rote Ndao menuju Pantai Baru.
Sebenarnya kedatangan kami menuju Pantai Baru adalah kunjungan keluarga
baru salah satu pengajar muda. Tetapi, sebelum berangkat kesana, kami sudah
berencana akan melihat keindahan dermaga Pantai Baru. Berjam-jam aku membonceng
Ice, teman seperjuanganku yang mengajar di Daepapan Rote Selatan. Perjalanan ke
dermaga dari Ba’a menuju Pantai Baru mungkin sekitar dua setengah jam. Saat
perjalanan, punggungku serasa mau remuk. Apalagi di perjalanan menuju dermaga,
bensin kami sempat habis. Kami harus menunggu beberapa menit menunggu teman
yang lain membawakan bensin. Pantai Baru adalah sebuah kecamatan di Rote Ndao
yang dekat dengan Rote Timur.
KELUARGA RAJA, KELUARGA BARU DI ROTE NDAO
Bebalain 12/07/2013. Namaku Nadia, aku adalah seorang pengajar muda dari
Gerakan Indonesia Mengajar. Aku menerima tugas mengajar di Kepulauan Rote Ndao.
Hampir sebulan aku disini. Di Rote Ndao aku bertemu dengan seniorku yang hampir
selesaibertugas disini.Aku adalah penggantinya. Sebenarnya dia lelaki yang
baik. Tapi terkadang kami sering berbeda pandangan tentang suatu hal. Namanya
Rady. Dia mencarikan aku hostfam yang akan menjadi tempat tinggalku selama satu
tahun di desa Bebalain ini.
Aku ditempatkan disebuah rumah yang letaknya di depan SD tempatku
mengajar, SD Inpres Bandu. Rumahku dibelakang gereja Kalvari desa Bebalain
Lobalain Rote Ndao. Rumahku sangat unik, sebab menurut cerita penduduk setempat
dan pengakuan keluargaku, keluarga baruku adalah keluarga raja di desa ini. Rumah
baruku dikelilingi pohon lontar dan pohon kelapa. Disamping rumah kami terdapat
tempat pengolahan gabah menjadi beras. Disebelahnya lagi ada kuburan para raja
Bebalain.
Bapakku bernama Paul, kepanjangan Paulus. Sedangkan mamaku bernama
Maiyah, sebenarnya namanya Damaris. Aku memiliki seorang adik bernama Etni. Dia
terkadang pendiam tapi sangat penurut. Ada juga seorang kakak bernama Alfa,
tapi dia sudah menikah dan tinggal disebelah rumah kami. Walau mungkin jarak
rumah kami dengan rumah kak Alfa sedikit jauh. Dia memiliki satu anak yang
bernama Jelita. Jelita selalu bermain ke rumahku, aku tidak merasakan kesepian.
Satu lagi, aku punya seorang adik yang sudah SMA bernama Lori, dia sekolah di
Rote Barat. Lori tinggal di asrama. Ohyah, walau mereka keluarga raja, mereka
tetap melakukan aktifitas sebagai seorang petani. Berangkat pagi dan pulang
sore bahkan malam. Aku menyepakati perjanjian dengan mamaku, beliau yang masak
pagi, dan aku yang memasak makan malam. Benar-benar keluarga yang nyaman
menurutku.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Indonesia Voluntourism : Jelajah Rote Batch 1 2020
https://www.instagram.com/p/B81JQz7JBKa/?igshid=1mzuudl80hvfp Indonesia Voluntourism Jelajah Rote Syarat: 1. Warga Negara Indonesia...
-
Saat aku kecil, aku selalu merasakan bahwa jendela rumahku adalah penghalangku untuk berkeliling dunia, padahal aku selalu bermi...
-
Bebalain 12/07/2013. Namaku Nadia, aku adalah seorang pengajar muda dari Gerakan Indonesia Mengajar. Aku menerima tugas mengajar di Kep...
-
It’s about Netherland Country Belanda, merupakan Negara yang memiliki banyak inovasi, secara general seperti pembangunan tempat/kota men...
